Pejalan Kaki Tidak Selalu Berarti Orang Yang Ramah Lingkungan

Pejalan Kaki Tidak Selalu Berarti Orang Yang Ramah Lingkungan

Pejalan kaki, orang yang bepergian dengan berjalan kaki, di masa dimana kesadaran akan lingkungan semakin baik dipandang sebagai sesuatu yang spesial. Hal itu terjadi karena di tengah masyarakat yang gandrung untuk kemana-mana naik kendaraan bermotor,  yang mengeluarkan emisi gas buang pencemar lingkungan, mereka memilih untuk berjalan kaki dan ujungnya tidak ikut serta membuat kotor udara.

Oleh karena itu, pejalan kaki dianggap spesial dalam urusan ini. Orangnya sering mendapat pandangan kagum. Bahkan, ada juga yang menulis dan membandingkan kecerdasan pejalan kaki dengan yang naik kendaraan bermotor, dimana pejalan kaki dianggap sebagai lebih “cerdas” daripada yang berkendaraa.

Pejalan kaki = orang yang ramah lingkungan. Itu anggapan yang mulai banyak tumbuh dimana-mana.

Gaya hidup yang keren.

Padahal, sebenarnya tidak “selalu” demikian.

Orang berjalan kaki punya banyak alasan dan tidak selamanya terkait dengan cinta pada lingkungan. Bisa saja karena mereka ngirit ongkos, bisa juga karena iseng, atau bisa juga karena sedang bosan.

Belum tentu seorang pejalan kaki orang yang ramah terhadap lingkungan.

Apalagi, kalau kemudian si pejalan kaki menyusuri jalan sambil merokok dan kemudian membuang puntungnya sembarangan, atau sambil makan dan membuang sisanya bukan ke tempat sampah.

Apakah yang seperti itu termasuk ramah lingkungan? Tentu saja tidak.

Berjalan kaki memang tindakan atau kegiatan yang mengurangi beredarnya gas rumah kaca, ke atmosfir. Tidak ada asap menyembur. Polusi yang terjadi hanya bersifat lokal saja, yaitu bau keringat yang keluar dan hanya tercium oleh orang terdekatnya saja.

Tidak ada efek yang berbahaya dan bisa menyebabkan kerusakan pada atmosfir bumi.

Tidak ada bantahan dalam hal itu.

Hanya saja, orang yang melakukannya tidak serta merta patut dilabeli orang yang peduli lingkungan. Masih banyak faktor lain agar seseorang bisa disebut seperti itu, contohnya saja :

  1. Konsisten membuang sampah pada tempatnya
  2. Mau memilah sampah antara yang organik dan non-organik
  3. Tidak membuang sembarangan minyak jelantah
  4. Lebih suka membawa botol air minum sendiri daripada membeli minuman dalam botol plastik
  5. dan sebagainya

Tidak terhitung banyaknya tindakan yang harus dilakukan agar menjadi orang yang ramah lingkungan. Melakukan satu hal daripada itu tidak berarti mewakili sikapnya dalam kehidupan.

Adanya tulisan yang membanding-bandingkan kecerdasan antara pejalan kaki dan non pejalan kaki sebenarnya tidak perlu. Yang penting adalah melakukan semua yang bisa dilakukan oleh diri sendiri untuk membantu lingkungan dan bukan untuk menjatuhkan atau menjelekkan orang lain.

Pejalan kaki ya pejalan kaki saja.

Sharing is caring!